Pages

Subscribe:

Blogger templates

Selasa, 20 Oktober 2015

KEBAKARAN HUTAN DI RIAU

Hai indonesia

Saya sebagai warga indonesia sangat perihatin dengan adanya banyak kasus di indonesia antara lain : kasus kebakaran hutan di riau yang menyebabkan asap yang menumpuk, saya sebagai warga indoonesia sangat menyayangkan kajadian itu , akibat itu banyak warga riau yang meninggal karena penyakit ISPA dan sangat menyayangkan lagi yang meninggal kebanyakan anak" kecil , dan bayi.

Banyak yang bilang kebakaran tersebut bukan dari warga indonesia melainkan ulah dari warga negara lain yang ingin menjelekkan atau memecah pemerintahan indonesia. Saya sebagai warga indonesia meminta kepada para pejabat pemerintahan agar mencari tau apa penyebab terjadinya kebakaran di riau , agar tidak bertambah lagi warga yang terkena penyakit sampai menyebabkan kematian.

MARILAH KITA PARA PENJAGA ATAU PENERUS NEGARA INDONESIA UNTUK SELALU MENJAGA TANAH AIR KITA DARI NEGARA LAIN YANG INGIN MERUSAK TANAH AIR KITA YANG TERCINTA.

Selasa, 28 Mei 2013

TUGAS JAWAB (ESSAY) "ASAM AMINO DAN PROTEIN"



   1.     Bagaimanakah cara mengidentifikasi adanya protein dalam bahan makanan?
     Jawab:
     cara mengetahui bahwa suatu bahan makanan mengandung protein
     adalah dengan uji protein gan
     ada 4 cara yaitu

A. Uji xantoprotein,
   uji xantoprotein dapat digunakan untuk menguji atau mengidentifikasi
   adanya senyawa protein karena uji xantoprotein dapat menunjukan adanya senyawa
   asam amino yang memiliki cincin benzene seperti fenilalanin, tirosin, dan tripofan.
   Langkah pengujianya adalah larutan yang diduga mengandung senyawa protein
   ditambahkan larutan asam nitrat pekat sehingga terbentuk endapan berwarna putih.
  Apabila larutan tersebut mengandung protein maka endapat putih tersebut apabila
  di[anaskan akan berubah menjadi warna kuning.

B. Uji biuret,
    uji biuret ini dapt digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya ikatan peptide dalam
suatu senyawa sehingga uji biuret dapat dipakai untuk menunjukan adanya senyawa
protein. Langkah pengujian yang dapat dilakukan adalah larutan sampel yang diduga
mengandung protein ditetesi dengan larutan NaOH kemudian diberi beberapa tetes
larutan CuSO4 encer. Apabila larutan berubah menjadi arna unggu maka larutan
tersebut mengandung protein.

C. Uji millon, Uji millon dapat digunakan untuk menguji atau mengidentifikasi adanya
senyawa protein yang memiliki gugus fenol seperti tiroksin. Pereaksi millon terdiri dari
larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat.adanya protein dalam sempel dapat
diketauhi apabila dalam sampel terdapat endapan putih dan apabila endapan putih itu
dipanaskan akan menjadi warna merah.

D. Uji belerang, uji belerang dapat digunakan untuk menguji atau mengidentifikasi adanya
senyawa protein karena dapat menunjukan asam amino memiliki gugus belerang seperti
sistin dan metionin. Langkah pengujianya adalah larutan sampel ditambahkan NaOH pekat
kemudian dipanaskan. Selanjutnya keda;am larutan ditambahkan pula larutan timbale asetat.
Apabila ;larutan mengandung sasam amino yang memiliki gugus belerang maka warna
larutan atau endapat berwarna hitam. Yaiti senyawa timbale sulfide (PbS)
    2.    Apakah yang dimaksud glikoprotein? Berikan contohnya!
       Jawab :
Glikoprotein adalah suatu protein  yang mengandung rantai oligosakarida  yang mengikat glikan  dengan ikatan kovalen  pada rantai polipeptida  bagian samping. Struktur ini memainkan beberapa peran penting di antaranya dalam proses proteksi imunologis, pembekuan darah, pengenalan sel-sel, serta interaksi dengan bahan kimia lain. Dengan kata lain glikoprotein adalah Ini adalah biomolocule terdiri dari karbohidrat dan protein.. Contoh glikoprotein adalah Alpha-1-acid glycoprotein (AGP)atau orosomucoid (ORM). Yaitu suatu fase akut plasma alpha globulin glikoprotein dan dimodulasi oleh dua gen polimorphic.
     3.    Apakah yang dimaksud denaturasi protein? Sebutkan hal-hal yang menyebabkan      terjadinya denaturasi protein!
        Jawab :
Denaturasi protein adalah berubahnya struktur protein dari struktur asalnya atau struktur alaminya. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya denaturasi protein yaitu suhu tinggi,  perubahan pH yang ekstrim, pelarut organik, zat kimia tertentu (urea dan detergen), atau pengaruh mekanik (guncangan).
      4.    Mengapa protein yang mengalami denaturasi menjadi kehilangan fungsi biologisnya?
         Jawab :
       Denaturasi protein kehilangan fungsi biologisnya karena protein mengalami      perubahan struktur sehingga menyebabkan dapat gangguan terhadap aktivitas sel dan   kemungkinan kematian sel.
    5.    Apakah urea CO(NH2)2 menunjukkan uji yang positif terhadap uji biuret?
      Jawab :
Iya, urea memberikan hasil positif pada uji biuret karena urea mempunyai ikatan peptida di dalamnya.
   6.    Apakah yang dimaksud struktur kuarterner protein?
      Jawab :
Struktur kuartener protein adalah di mana protein terdiri atas 2 rantai polipeptida atau lebih dan di satukan oleh gaya dispersi (ikatan hydrogen).
   7.    Suatu sampel ditetesi larutan NaOH, kemudian larutan tembaga(II) sulfat yang encer menghasilkan warna ungu. Bila sampel dipanaskan dengan HNO3 pekat kemudian dibuat alkalis dengan NaOH terjadi warna jingga. Apakah yang dapat anda simpulkan dari uji di atas?
            Jawab :
Dari hasil uji di atas dapat di simpulkan bahwa sample mengandung ikatan peptida dan mengandung gugus fenol (cincin benzena).
  
   8.    Suatu sampel memberi hasil yang positif terhadap uji ninhidrin dan biuret tetapi negatif terhadap penambahan larutan NaOH dan Pb(NO3)2. Kesimpulan apakah yang dapat diperoleh dari fakta tersebut?
Jawab :
Sample mengandung protein dan ikatan peptide tetapi tidak mengandung belerang di dalamnya.
    9.    Apakah yang dimaksud dengan enzim? Berikan contohnya!
Jawab :
Enzim adalah biomolekul  berupa protein  yang berfungsi sebagai katalis  (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia  organik . Contohnya adalah laktase , alkohol dehidrogenase  (mengatalisis penghilangan hidrogen dari alkohol), dan DNA polimerase .
    10.  Bila 20 molekul glisin berpolimerisasi membentuk polipeptida. Berapakah massa molekul relatif polipeptida yang terbentuk? Ar H = 1, C = 12, N = 14, O = 16).
Jawab :
1440 g/mol

Sabtu, 16 Maret 2013

uji kuantitatif dan uji kualitatif karohidrat

UJI KUALITATIF DAN KUANTITATIF KARBOHIDRAT

UJI KUANTITATIF

  • PEMERIKSAAN GULA REDUKSI

       Gula pereduksi merupakan golongan gula (karbohidrat) yang dapat mereduksi senyawa-senyawa penerima elektron, contohnya adalah glukosa dan fruktosa. Ujung dari suatu gula pereduksi adalah ujung yang mengandung gugus aldehida atau keto bebas. Semua monosakarida (glukosa, fruktosa, galaktosa) dan disakarida (laktosa,maltosa), kecuali sukrosa dan pati (polisakarida), termasuk sebagai gula pereduksi. Umumnya gula pereduksi yang dihasilkan berhubungan erat dengan aktifitas enzim, dimana semakin tinggi aktifitas enzim maka semakin tinggi pula gula pereduksi yang dihasilkan. Jumlah gula pereduksi yang dihasilkan selama reaksi diukur dengan menggunakan pereaksi asam dinitro salisilat/dinitrosalycilic acid (DNS) pada panjang gelombang 540 nm. Semakin tinggi nilai absorbansi yang dihasilkan, semakin banyak pula gula pereduksi yang terkandung.

     Secara alami, terdapat tiga bentuk karbohidrat yang terpenting, yaitu monosakarida, oligosakarida (terdiri atas 2-10 unit monoskarida), dan polisakarida (terdiri lebih dari 10 unit monosakarida). Contoh monosakarida adalah glukosa. Contoh oligosakarida adalah sukrosa. Contoh polisakarida adalah pati, amilum, selulosa, pektin, gum. Karbohidrat sebagai polihidroksi aldehid atau polihidroksi keton mempunyai kemampuan untuk mereduksi suatu senyawa. Sifat reduktif ini terdapat pada gugus hidroksil atom C nomor 1 untuk aldosa dan pada atom C nomor 2 untuk ketosa

Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk menentukan kandungan karbohidrat dalam bahan pangan, misalnya dengan cara kimiawi, fisik, enzimatis, biokimia, maupun kromatografi. Penentuan kandungan karbohidrat dengan cara kimia didasarkan pada reaksi oksidasi cupri menjadi cupro. Metode penetapan secara kimia meliputi: luff schoorl , munson-walker, lane eynon , nelson-somogy , Oksidasi ferri ,Iodometri (Sukatiningsih, 2010). Analisa karbohidrat dapat dilakukan terhadap kandungan total karbohidrat, kandungan total gula, kandungan pati, serat kasar, serat pangan, dan senyawa pektin. Semua senyawa karbohidrat tersebut dapat menentukan nilai gizi pangan bahan sumber karbohidrat.

  • METODE Luff Schoorl

    Pada penentuan karbohidrat dengan metode Luff Schoorl, yang ditentukan bukan Cu2O yang mengendap tapi dengan menggunakan CuO dalam larutan yang belum direaksikan dengan gula reduksi (titrasi blanko) dan sesudah direaksikan dengan gula reduksi (titrasi sampel). Penentuannya dengan menggunakan titrasi volumetri. Setelah diketahui selisih banyaknya titrasi blanko dan titrasi sampel kemudian dikonsultasikan dengan tabel yang telah tersedia yang menggambarkan hubungan antara banyaknya Na2S2O3 dengan banyaknya gula pereduksi. Pada metode Luff Schoorl terdapat dua cara pengukuran yaitu        :

1.    Penentuan Cu tereduksi dengan I2

2.    Menggunakan prosedur Lae-Eynon

     Metode Luff Schoorl mempunyai kelemahan yang terutama disebabkan oleh komposisi yang konstan. Hal ini diketahui dari penelitian A.M Maiden yang menjelaskan bahwa hasil pengukuran yang diperoleh dibedakan oleh pebuatan reagen yang berbeda.

   Monosakarida akan mereduksikan CuO dalam larutan Luff  menjadi Cu2O. Kelebihan CuO akan direduksikan dengan KI berlebih, sehingga dilepaskan I2. I2 yang dibebaskan tersebut dititrasi dengan larutan Na2S2O3. Pada dasarnya prinsip metode analisa yang digunakan adalah Iodometri karena kita akan menganalisa I2 yang bebas untuk dijadikan dasar penetapan kadar. Dimana proses iodometri adalah proses titrasi terhadap iodium (I2) bebas dalam larutan. Apabila terdapat zat oksidator kuat (misal H2SO4) dalam larutannya yang bersifat netral atau sedikit asam penambahan ion iodida berlebih akan membuat zat oksidator tersebut tereduksi dan membebaskan I2 yang setara jumlahnya dengan dengan banyaknya oksidator. I2 bebas ini selanjutnya akan dititrasi dengan larutan standar Na2S2O3 sehinga I2 akan membentuk kompleks iod-amilum yang tidak larut dalam air. Oleh karena itu, jika dalam suatu titrasi membutuhkan indikator amilum, maka penambahan amilum sebelum titik ekivalen.

     Metode Luff Schoorl ini baik digunakan untuk menentukan kadar karbohidrat yang berukuran sedang. Dalam penelitian M.Verhaart dinyatakan bahwa metode Luff Schoorl merupakan metode tebaik untuk mengukur kadar karbohidrat dengan tingkat kesalahan sebesar 10%.

Persamaan reaksinya:                                                                                                                    

R-COH + 2 CuO → Cu2O (s) + R-COOH (aq)

H2SO4 (aq) + CuO → CuSO4 (aq) + H2O (l)

CuSO4 (aq) + 2 KI (aq) → CuI2 (aq) + K2SO4 (aq)

2 CuI2 ↔ Cu2I2 + I2

I2 + Na2S2O3 → Na2S4O6 + NaI

I2 + amilum → Biru

Penetapan sebelum inversi dilakukan untuk mengetahui jumlah gula pereduksi yang terdapat dalam sampel. Penetapan inversi lemah dilakukan untuk mengetahui jumlah disakarida yang tidak bersifat reduksi seperti sukrosa. Penetapan sesudah inversi kuat biasanya dilakukan untuk menentukan kadar karbohidrat pada poliskarida.

UJI KUALITATIF 

 

  • Uji Fehling

- Digunakan untuk menunjukkan adanya karbohidrat pereduksi (monosakarida, laktosa, maltosa, dll)

- Uji positif ditandai dengan warna merah bata 

  • Uji Iodin

- Digunakan untuk menunjukkan adanya polisakarida
- Amilum dengan iodine dapat membentuk kompleks biru
- Amilopektin dengan iodin akan memberi warna merah ungu
- sedangkan dengan glikogen dan dekstrin akan membentuk warna merah coklat

Uji Tollens

uji ini dapat digunakan untuk membedakan senyawa-senyawa yang mengandung gugus karbonil, -CO-. Senyawa karbonil ini dapat berupa aldehid, -CHO jika gugus karbonilnya terletak di ujung (atom C nomor 1), dan dapat berupa keton, -CO- jika gugus karbonil berada di tengah rantai C, atau paling tidak pada atom C nomor 2. Karena sifat pengoksidasinya lemah, maka tollens tidak dapat mengoksidasi senyawa keton.

Pereaksi tollens ini dapat dibuat dari larutan perak nitrat, AgNO3. Mula-mula larutan ini direaksikan dengan basa kuat, NaOH(aq), kemudian endapan coklat Ag2O yang terbentuk dilarutkan dengan larutan amonia sehingga membentuk kompleks perak amoniakal, Ag(NH3)2+(aq).

Senin, 11 Maret 2013

RINGKASAN KARBOHIDRAT

KARBOHIDRAT

Karbohidrat dapat didefinisikan sebagai polihidroksialdehida atau polihidroksiketon serta senyawa yang menghasilkannya pada proses hidrolisis.

A. PENGGOLONGAN KARBOHIDRAT

1. Berdasarkan gugus fungsional yang dikandungnya
   
a) Aldosa, yaitu karbohidrat yang memiliki gugus aldehida.        Contoh: glukosa adalah suatu aldosa.    b) Ketosa, yaitu karbohidrat yang memiliki gugus keton.        Contoh: fruktosa adalah suatu ketosa.
2. Berdasarkan jumlah atom C pada monosakarida (POLIHIDROKSIALDEHID)    a) Triosa adalah monosakarida yang mengandung 3 atom C.
       Contoh: gliseraldehida .
   b) Tetrosa adalah monosakarida yang mengandung 4 atom C.
       Contoh: eritosa.
treosa
   c) Pentosa adalah monosakarida yang mengandung 5 atom C.
       Contoh:
: ribosa,arabinosa,xylosa,lyxosa
   d) Heksosa adalah monosakarida yang mengandung 6 atom C.
       Contoh:alosa,altrosa,glukosa,gulosa,manosa,idosa,galaktosa,talosa

      Berdasarkan jumlah atom C pada monosakarida (POLIHIDROKSIKETON)    a) Triosa adalah monosakarida yang mengandung 3 atom C.
       Contoh: dihidroksi keton.
   b) Tetrosa adalah monosakarida yang mengandung 4 atom C.
       Contoh: eritrulosa

   c) Pentosa adalah monosakarida yang mengandung 5 atom C.
       Contoh: ribulosa,xylulosa
   d) Heksosa adalah monosakarida yang mengandung 6 atom C.
       Contoh:
psikosa,fruktosa,tagatosa,sarbosa.
  
    STRUKTUR MOLEKUL KARBOHIDRAT:

  • STRUKTUR FISHER :
  • STRUKTUR TOLLENS :
  • STRUKTUR HOWART :
3. Berdasarkan reaksi hidrolisisnya
   a) Monosakarida
       - Satuan unit terkecil dari karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi molekul
         karbohidrat yang lebih kecil.
       - Berdasarkan gugusnya, monosakarida digolongkan menjadi golongan aldosa (mengandung
          gugus aldehid) dan ketosa (mengandung gugus keton).
       - Contoh: glukosa, fruktosa, galaktosa.
   b) Disakarida
       - Karbohidrat yang pada hidrolisisnya terurai menjadi dua molekul monosakarida.
       - Contoh :
          1) Laktosa
              Dengan hidrolisis laktosa akan menghasilkan 1 molekul galaktosa dan 1 molekul glukosa.
          2) Sukrosa
              Dengan hidrolisis sukrosa akan menghasilkan 1 molekul fruktosa dan 1 molekul glukosa.
          3) Maltosa
              Dengan hidrolisis maltosa akan menghasilkan dua molekul glukosa.
   c) Polisakarida
       - Polimer alam yang tersusun dari D–glukosa engan rumus umum (C
6H10O5)n.
       - Mempunyai massa rumus yang sangat besar dan tidak larut dalam air.
       - Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut homopolisakarida.
         Contoh: amilum, glikogen, dan selulosa.
       -
Polisakarida yang terdiri lebih dari satu macam monosakarida disebut heteropolisakarida.
         Contoh : mukopolisakarida.

B. REAKSI PENGENALAN KARBOHIDRAT
1. Uji Fehling
   Glukosa, galaktosa, maltosa mengandung gugus aldehid, sehingga dengan perekasi Fehling
   memberikan uji yang positif yang ditandai dengan terbentuknya endapan merah.
   
2. Uji Iodium
   Uji ini dapat membedakan antar amilum, glikogen dan selulosa.
   Amilum + I
2 —> biru
   Glikogen + I
2 —> merah cokelat
   Selulosa + I
2 —> negatif3. Uji Tollens
   Uji positif terhadap pereduksi (glukosa, galaktosa, dan maltosa) yang ditandai dengan terbentuknya     cermin perak pada dinding tabung.

   

Senin, 28 Januari 2013

BIOMOLEKUL

Biomolekul merupakan senyawa-senyawa organik sederhana pembentuk organisme hidup dan bersifat khas sebagai produk aktivitas biologis. Biomolekul dapat dipandang sebagai turunan hidrokarbon, yaitu senyawa karbon dan hidrogen yang mempunyai kerangka dasar yang tersusun dari atom karbon, yang disatukan oleh ikatan kovalen. Kerangka dasar hidrokarbon bersifat sangat stabil, karena ikatan tunggal dan ganda karbon-karbon menggunakan pasangan elektron bersama-sama secara merata. Biomolekul bersifat polifungsionil, mengandung dua atau lebih jenis gugus fungsi yang berbeda. Pada molekul tersebut, tiap gugus fungsi mempunyai sifat dan reaksi kimia sendiri-sendiri.
 
Terdapat 4 jenis biomolekul : karbohidrat, lipid, protein & nukleotida. 3 jenis yang pertama digunakan oleh tubuh untuk energi & sebagai penyusun komponen2 seluler. Sedangkan nukleotida meliputi DNA & RNA ; komponen struktural materi genetik. Senyawa yang membawa energi seperti ATP, atau meregulasi metabolisme seperti cAMP juga merupakan nukleotida.

KARBOHIDRAT
Karbohidrat adalah sumber energi utama dalam sebagian besar makanan manusia. Monosakarida, misalnya glukosa, fruktosa & galaktosa biasanya tidak dikonsumsi dalam jumlah besar walaupun ketiganya terdapat di buah-buahan. Sumber utama karbohidrat dalam makanan adalah zat pati dari sumber tumbuhan, ditambah glikogen dari hati & otot hewan.
Karbohidrat hanya mengandung karbon, hidrogen & oksigen. Dinamakan karbohidrat karena rasio hidrogen terhadap oksigen adalah 2:1, yang sama dengan rasio pada air. Semua karbohidrat mengandung gugus fungsional hidroksil –OH yang termasuk kelompok alkohol. Senyawa karbohidrat adalah polihidroksi aldehida atau polihidroksi keton yang mengandung unsur2 karbon (C), hidrogen (H), & oksigen (O) dengan rumus empiris total (CH2O)n.
Karbohidrat dalam tubuh manusia & hewan dibentuk dari beberapa asam amino, gliserol lemak, & sebagian besar diperoleh dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
     
     KARBOHIDRAT terbagi menjadi tiga bagian monosakarida , disakarida , oligosakarida ,dan polisakarida
 
1. Monosakarida : karbohidrat paling sederhana yang tidak dapat dihidrolisis menjadi karbohidrat lain. Bentuk ini dibedakan kembali menurut jumlah atom C yang dimiliki & sebagai aldosa atau ketosa. Monosakarida yang terpenting adalah glukosa, galaktosa & fruktosa. Contoh lainnya tercantum pada tabel.

Monosakarida

Rumus molekul
Aldosa
Ketosa
Triosa
C3H6O3
Gliserosa
Dihidroksi aseton
Tetrosa
C4H8O4
Eritrosa
Eritrulosa
Pentosa
C5H10O5
Ribosa
Ribulosa
Heksosa
C6H12O6
Glukosa
Fruktosa
 
 Monosakarida mengandung banyak gugus fungsional hidroksil (-OH). Gugus hidroksil dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air, membuat monosakarida larut dalam air. Adanya gugus –OH pada atom karbon dalam molekul juga dianggap memberikan rasa ‘manis’ pada gula.Monosakarida terdapat dalam bentuk ‘rantai terbuka’ & bentuk cincin. Kedua bentuk ini dengan mudah saling bertukar bentuk. Di dalam larutan bentuk ‘rantai terbuka’ menutup & membentuk struktur cincin yang lebih stabil.iga 
monosakarida yang sering terdapat dalam makanan adalah glukosa (gula darah / dekstrosa), fruktosa (gula buah), & galaktosa. Ketiganya memiliki rumus molekul C6H12O6 & disebut juga heksosa karena memiliki enam atom karbon. Monosakarida dengan 5 atom karbon disebut pentosa, contohnya ribosa & deoksiribosa. Rumus molekulnya C5H10O5.
Fruktosa, galaktosa, & glukosa merupakan isomer (memiliki rumus molekul yang sama tetapi rumus strukturnya berbeda). Jadi ketiganya memiliki sifat kimiawi yang berbeda.

Sabtu, 26 Januari 2013

kimia organik

 

 

PENGERTIAN


Kimia Organik adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari senyawa karbon. Hingga tahun 1850 kimia organik di defenisikan sebagai ilmu kimia yang khusus mempelajari senyawa yang berasal dari benda hidup, baik tumbuh tumbuhan maupun hewan.

 Perbedaan antara senyawa organik dengan senyawa anorganik

No Senyawa Organik Senyawa Anorganik
1 Kebanyakan berasal dari makhluk hidup dan beberapa dari hasil sintesis Berasal dari sumber daya alam mineral ( bukan makhluk hidup)
2 Senyawa organik lebih mudah terbakar Tidak mudah terbakar
3 Strukturnya lebih rumit Struktur sederhana
4 Semua senyawa organik mengandung unsur karbon Tidak semua senyawa anorganik yang memiliki unsur karbon
5



 
Hanya dapat larut dalam pelarut organik Dapat larut dalam pelarut air atau organik